All About Indonesia

Pianis Cilik Indonesia Joey Alexander 2 Masuk Nominasi Grammy Awards

11 Dec 2015 - 02:00 WIB

Pianis jazz belia dari Indonesia, Joey Alexander (12), masuk nominasi dua kategori penghargaan tahunan industri musik internasional Grammy Awards 2016 atau yang ke-58.

Dua kategori itu adalah Best Jazz Instrumental Album untuk album solo debutnya, My Favorite Things (2015), dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu berjudul “Giant Steps” dari album tersebut.

Dengan pencapaian ini, Joey adalah pianis jazz pertama dari Indonesia yang menjadi nomine untuk Grammy Awards.

Merujuk ke situs resmi Grammy Awards, www.grammy.com, dalam kategori Best Jazz Instrumental Album, anak laki-laki berkacamata tersebut bersama albumnya bersaing dengan empat artis musik lain yang membawa album masing-masing.

Mereka adalah Terence Blanchard featuring The E-Collective dengan album Breathless, Robert Glasper & The Robert Glasper Trio denganCovered: Recorded Live At Capitol Studios, Jimmy Greene denganBeautiful Life, dan John Scofield dengan Past Present

Sementara itu, dalam kategori Best Improvised Jazz Solo, ia berhadapan dengan Christian McBride, Donny McCaslin, Joshua Redman, dan John Scofield.

Grammy Awards 2016 akan diselenggarakan pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles, California, AS.

Pemilik nama lengkap Josiah Alexander Sila, yang lahir di Denpasar, Bali, tersebut mendunia sejak pertengahan 2014. Ketika itu, beberapa media terkemuka dari luar Indonesia memberitakan betapa berbakatnya seorang anak bernama Joey.

Pada Selasa, 12 Mei 2015, versi online dari New York Times menulis “Joey Alexander, an 11-Year-Old Jazz Sensation Who Hardly Clears the Piano’s Sightlines”. 

Versi cetak media yang sama menulis “He’s a Jazz Virtuoso Who Can Barely See Over a Baby Grand”. 

The Telegraph memberitakan Joey dengan artikel “The 11-year-old taking jazz world by storm”, sementara NBC News dengan artikel “Pint-Sized Prodigy Joey Alexander: ‘Jazz is About Freedom’”.

Permainan piano Joey juga mengundang pujian dari sejumlah pemusik jazz ternama dunia. 

The Telegraph menyebutWynton Marsalis, peniup trompet dan jazz director di Lincoln Centre, New York City, AS, mengaku amat kagum ketika kali pertama menonton permainan piano Joey melalui YouTube. 

Ketika itu, Joey masih berusia 10 tahun, dan telah mahir memainkan lagu-lagu dari John Coltrane, Thelonious Monk, hingga Chick Corea.

“Tidak pernah ada orang sebelumnya yang seumur dia, yang bisa Anda bayangkan, mampu bermain seperti itu. Saya menyukai segala sesuatu terkait permainannya, ritmenya, kepercayaan dirinya, dan pemahamannya tentang musik,” kata Marsalis.

Putra dari Denny Sila dan Fara Sila itu juga mendapat penghormatan dari produser festival-festival jazz di Montreal, Kanada, serta Newport, Inggris, George Wein.

Biasanya, Wein enggan menerima sosok yang disebut oleh orang-orang sebagai “anak ajaib”. Namun, ketika Wein menonton permainan Joey pada 2015 di apartemennya di Manhattan, New York City, pandangannya berubah.

“Hal yang berbeda dari kebanyakan pemain muda adalah kematangan pendekatan harmoniknya. Permainannya sangat kontemporer, tetapi ia juga punya rasa tentang sejarah musik,” ucap Wein kepada wartawanAP, Charles J Gans, sesudah menonton permainan piano Joey.

(Sumber : kompas.com)

 


TAGS   Musik /


Author

Recent Post

Komentar

Archive