All About Indonesia

Wow! Perahu Tradisional Mandar Wakili Asia ke Festival Dunia

10 Jul 2012 - 16:30 WIB

451f5e9dc7025ce453a191386f7a5cc1_perahusandeqdalam

Majene Ketangguhan pelaut Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia maritim internasional. Sebanyak 12 nelayan Mandar, Sulawesi Barat diundang ke festival maritim perahu layar sedunia di kota Brest, Perancis, 13-19 Juli 2012 mendatang.

Para pelaut tersebut menjadi satu-satunya wakil Asia di event tersebut. Mereka akan melayarkan perahu tradisional Mandar, yakni perahu Sandeq, bersama ribuan perahu layar lainnya dari berbagai belahan dunia.

Koordinator rombongan tim, Muhammad Ridwan Alimuddin menjelaskan, selain akan berparade di perairan kota Brest, sebanyak 3 perahu Sandeq juga akan ikut kontes lomba perahu layar tercepat di dunia.

Data yang diperoleh, selain Indonesia, negara lain selama ini dikenal kuat budaya maritimnya juga akan tampil di festival perahu layar ini. Negara tersebut diantaranya Norwegia, Rusia, Maroko serta Meksiko.

“Lomba akan digelar tanggal 18 Juli 2012, Sandeq akan berlomba di samudera Atlantik dengan perahu layar dari berbagai negara,” kata Ridwan Alimuddin yang juga peneliti budaya maritim, Selasa (1/7/2012).

Di festival ini akan hadir 15 ribu lebih pelaut, ribuan perahu layar serta 300 orang lebih wartawan sedunia.

Perahu Sandeq adalah perahu tradisional suku Mandar, Sulawesi Barat. Secara bahasa Sandeq dapat diartikan tajam karena bentuknya lancip atau runcing. Perahu ini memiliki panjang lambung sekitar 7 sampai 11 meter dan lebar 60 sampai 80 cm, dan di samping kiri-kanannya dipasang cadik yang terbuat dari bambu sebagai penyeimbang.

Dilihat secara sekilas, perahu ini terkesan rapuh dan mudah rusak ketika mengarungi ombak. Tetapi, di balik itu semua tersimpan kekuatan yang luar biasa. Tercatat pada masa lampau, perahu
tersebut mampu berlayar mengarungi beberapa pulau di Nusantara bahkan mampu berlayar sampai ke Madagaskar.

Menurut Horst H Liebner, peneliti perahu asal Jerman, Sandeq merupakan perahu tradisional tercepat yang pernah ada di Austronesia. Selain itu, sandeq juga dikenal memiliki ketangguhan dalam menghadapi angin dan gelombang saat mengarungi laut lepas.

Di festival Brest, Prancis pekan depan itu, tiga perahu Sandeq akan berparade dan berlomba di festival maritim 4 tahunan itu masing-masing bernama Sandeq “Sa’be Mandar”, “Sinar Losari”, dan Sandeq “Cahaya Asad”.

“Kepercayaan panitia mengundang perahu Sandeq tentu menjadi membanggakan para para pelaut tanah air terutama di Sulawesi Barat. Ini pengakuan akan kuatnya budaya bahari kita,” ungkap Ridwan.

Hari ini, Selasa petang (10/07), 12 pelaut Mandar bersama Ridwan akan berangkat ke Perancis, sedang 3 perahu layar Sandeq sudah berada di kota Brest setelah dikirim menggunakan kontainer.

(Sumber : detik.com)


TAGS   Kontes / Kebudayaan /


Author

Recent Post

Komentar

Archive